<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Sairan</title>
	<atom:link href="http://sairan.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sairan.blogdetik.com</link>
	<description>Catatan online Sairan di dunia maya</description>
	<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 05:56:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Partai Persatuan Pembangunan</title>
		<link>http://sairan.blogdetik.com/2011/07/23/partai-persatuan-pembangunan/</link>
		<comments>http://sairan.blogdetik.com/2011/07/23/partai-persatuan-pembangunan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 05:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sairan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<category><![CDATA[Partai Persatuan Pembangunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sairan.blogdetik.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Makassar berencana membangun sekretariat bersama (sekber) dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menghadapi Pilkada Makassar 2013. Kami berencana membangun sekretariat bersama dalam waktu dekat, kemungkinan pekan depan,” jelas Ketua DPC PPP Kota Makassar Busranuddin Baso Tika, kemari n. Menurutnya, rencana tersebut dilakukan menyusul adanya komunikasi yang intens dengan pengurus PKS [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sairan.blogdetik.com/2011/07/23/partai-persatuan-pembangunan/">Partai Persatuan Pembangunan</a> (PPP) Kota Makassar berencana membangun sekretariat bersama (sekber) dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menghadapi Pilkada Makassar 2013. Kami berencana membangun sekretariat bersama dalam waktu dekat, kemungkinan pekan depan,” jelas Ketua DPC PPP Kota Makassar Busranuddin Baso Tika, kemari n. Menurutnya, rencana tersebut dilakukan menyusul adanya komunikasi yang intens dengan pengurus PKS Makassar. “Pembangunan sekretariat bersama itu masih sebatas rencana, tapi memang kami ingin mengarah ke koalisi,”ujar legislator DPRD Makassar ini.<br />
<span id="more-9"></span></p>
<p>Sekretaris DPC PKS Makassar Mudzakkir Ali Djamil menyebutkan, pihaknya belum melakukan pembicaraan khususdengan PPP untuk membangun koalisi. Sejauh ini, kata dia, masih sebatas penjajakan.Disinggung rencana membangun sekretariat bersama, Mudzakkir mengatakan belum ada kesepakatan. Demikian catatan online <a href="http://sairan.blogdetik.com/">Sairan</a> yang berjudul Partai Persatuan Pembangunan.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sairan.blogdetik.com/2011/07/23/partai-persatuan-pembangunan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Propam Polda Sulselbar</title>
		<link>http://sairan.blogdetik.com/2011/06/05/propam-polda-sulselbar/</link>
		<comments>http://sairan.blogdetik.com/2011/06/05/propam-polda-sulselbar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jun 2011 05:20:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sairan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Propam Polda Sulselbar]]></category>

		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sairan.blogdetik.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Kontes SEO &#8211;&#62;&#62; Propam Polda Sulselbar, kemarin, memeriksa intensif lima anggota Polsek Kalara,terkait penembakan salah sasaran yang menewaskan, Talla, 44, warga Kampung Kompasa’ Desa Loka, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Kamis (2/6). Kelima lima orang polisi tersebut terbukti membawa senjata api.Walau identitas kelimanya masih dirahasiakan, Propam Polda Sulsel yakin, salah satu di antaranya merupakan penembak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/" target="_blank">Kontes SEO</a> &#8211;&gt;&gt; Propam Polda Sulselbar, kemarin, memeriksa intensif lima anggota Polsek Kalara,terkait penembakan salah sasaran yang menewaskan, Talla, 44, warga Kampung Kompasa’ Desa Loka, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Kamis (2/6). Kelima lima orang polisi tersebut terbukti membawa senjata api.Walau identitas kelimanya masih dirahasiakan, Propam Polda Sulsel yakin, salah satu di antaranya merupakan penembak yang menewaskan Talla,44. Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Sulselbar AKBP Muhammad Siswa mengungkapkan, kelima anggota Polsek Kelara, Jeneponto tersebut tiga dari Unit Reserse dan Kriminal dan dua dari Buser.</p>
<p>“Di tangan mereka didapati senjata api,” ungkap Muhammad Siswa kepada media tadi malam. Siswa menjelaskan, pemeriksaan difokuskan untuk menemukan alasan dan pelaku penembakan.“ Apakah tembakan itu dilepaskan sudah sesuai dengan prosedur atau tidak. Kalau terbukti melanggar prosedur akan dijerat dengan hukuman setimpal dan bisa dituduh melakukan tindakan kriminal,” jelasnya.</p>
<p>Dia menambahkan, hingga kini belum ada laporan terkait kesalahan tersebut.“Kalau masalah pelaku penembakan, akan diketahui setelah melakukan uji balistik terhadap senjata dan peluru,”tegasnya. Sementara,peluru yang bersarang di kepala Talla sudah berhasil dikeluarkan. Kepala Laboratorium Forensik Makassar AKP Mauluddin yang dikonfirmasi mengaku tak tahu hasilnya.<br />
<span id="more-8"></span></p>
<p>“Yang menangani pemeriksaan itu Dr Berti Nelwan dari Forensik Universitas Hasanuddin,” kata Mauluddin. Sementara itu,Junad,kakak Talla, mengaku masih belum menerima perlakuan pihak kepolisian tersebut. Dia menuntut pelaku penembakan tersebut dipecat dan diberi hukuman setimpal.“Adik saya tidak bersalah, kenapa menjadi korban.Pelaku harus diberi hukuman setimpal,” tandas Junad.</p>
<p>Korban Tewas Hanya Satu Orang</p>
<p>Selain itu, pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar membantah jika yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut dua orang.“Yang meninggal hanya satu orang, yakni Talla. Korban yang dikabarkan tewas lainnya atas nama Umar,hingga kini masih menjalani perawatan di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar,”tegas Kabag Humas Polda Sulsel Chevy Achmad Sopari.</p>
<p>Dia menyatakan, Umar mendapatkan penjagaan khusus dari pihak kepolisian. Namun, ketika media berusaha menemui Umar di RS Wahidin, tidak satupun dari petugas di sana mengenal pasien atas nama Umar. “Tidak ada nama Umar,mungkin menggunakan nama lain,” ujar seorang perawat di RS Wahidin kemarin.</p>
<p>Kabar kematian Umar juga sempat mencuat malam tadi. Berdasarkan laporan Kapolres Bantaeng AKBP Feri Handoko kepada Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Sulselbar AKBP Muhammad Siswa,dia mengaku Umar baru saja selesai dioperasi. Umar menjalani perawatan karena menderita luka tembakan di pelipis kanan.</p>
<p>“Yang saya tahu dia (Umar) masih hidup dan baru saja selesai menjalani operasi,”ujar Feri melalui pesan singkat yang kemudian di-forward ke media sekitar pukul 22.00 Wita tadi malam. Sementara itu, selain memeriksa anggota polisi,petugas dari Polres Bantaeng juga telah mengamankan lima warga yang diduga terlibat dalam aksi perusakan Mapolsek Ulu Ere, di Desa Loka,Kecamatan Ulu Ere,Bantaeng.</p>
<p>Kapolres Jeneponto AKPB Ruslan Aspan mengatakan, sejumlah anggota polisi yang terlibat menggerebekan yang menyebabkan satu tewas dan melukai warga lainnya sudah mulai dimintai keterangan. “Benar kami sudah memanggil anggota polisi dari Polsek Kelara untuk dimintai keterangan, dan sejumlah warga yang mengetahui insiden tersebut,” kata Aspan di Jeneponto, kemarin.</p>
<p>Dia menegaskan, pihaknya mulai melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut,termasuk membentuk tim investigasi. “Kami terus berusaha melakukan penyelidikan terkait ada korban tewas yang diduga akibat salah tembak di Desa Loka, Kecamatan Rumbia, Jeneponto,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, situasi di lokasi kejadian mulai kondusif. Seluruh personel Brimob Polda Sulselbar berjumlah dua kompi yang sebelumnya ditempatkan di Polsek Kelara,sudah ditarik. “Meski ada menempatan anggota Brimob ini, bukan berarti situasi tidak kondusif.Anggota Brimob itu hanya mem-back up personel Polres di TKP,” tandas Ruslan.</p>
<p>Kapolres Bantaeng AKBP Feri Handoko menandaskan, sudah 5 warga setempat diamankan menyusul perusakan Kantor Polsek Ulu Ere, Bantaeng.“ Kami sudah menangani kasus ini dan segera diproses secara professional sesuai prosedur. Bila terbukti ada anggota yang terlibat,tentunya akan diproses. Demikian pula terhadap warga yang terbukti melakukan perusakan,”tandas Feri.</p>
<p>Feri Handoko menambahkan, perusakan Kantor Polsek Ulu Ere hanya merupakan imbas dari kejadian di Kecamatan Rumbia yang memang berbatasan. Hanya saja yang mengherankan, kenapa Kantor Polsek Ulu Ere yang menjadi sasaran. “Kondisi dilokasi sudah berangsur membaik.Konsentrasi massa juga sudah tidak tampak lagi. Meski demikian, petugas masih disiagakan di Mapolres Bantaeng,”tambahnya.</p>
<p>Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengungkapkan, keluarga korban membutuhkan kepastian tentang pelaku penembakan agar diproses.Dia berharap, petinggi Kepolisian mengambil langkah tegas dan memberikan rasa keadilan terhadap masyarakat. Bupati berharap, melalui visum yang dilakukan di RS Bhayangkara Makassar, akan memperjelas dan menjadi bukti polisi untuk melakukan proses terhadap anggotanya yang melakukan penembakan.</p>
<p>Sementara itu,korban tewas salah tembak,Talla, 44, sudah dimakamkan sekitar 22.00 Wita, tadi malam, setelah diotopsi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Makassar. Ribuan warga desa mengikuti pemakaman kakak kandung Kepala Desa (Kades) Bonto Lojong itu. Salah seorang kerabat korban Bahar Karibo membenarkan pemakaman korban. “Benar korban sudah dimakamkan tidak jauh dari rumahnya di Desa Loka, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng,” ujar Bahar di Bantaeng,kemarin.</p>
<p>Diketahui, insiden salah tembak itu berawal saat anggota Polsek Kelara, dan Ulu Ere, menggerebek tersangka pencurian kendaraan dan ternak,yakni Nafsir, Doding, Syamsu, Karim, dan Syamsuddin. Malam itu, mereka ditengarai berada di Desa Loka, Kecamatan Rumbia, Jeneponto, di rumah milik Dg Rammang, yang sedang menggelar pesta pernikahan. Menurut sumber di lokasi kejadian, polisi menggerebek tersangka yang berada di antara warga yang hadir di pesta pernikahan warga setempat. Saat polisi melepaskan tembakan, seorang warga terkena peluru petugas tersebut. Dan support untuk <a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/category/kontes-seo" target="_blank">Kontes SEO</a>.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sairan.blogdetik.com/2011/06/05/propam-polda-sulselbar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lingkaran-lingkaran aneh</title>
		<link>http://sairan.blogdetik.com/2011/01/24/lingkaran-lingkaran-aneh/</link>
		<comments>http://sairan.blogdetik.com/2011/01/24/lingkaran-lingkaran-aneh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 05:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sairan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sairan.blogdetik.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Lingkaran-lingkaran aneh yang muncul di areal persawahan daerah Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menarik perhatian warga dan menjadi tontonan banyak orang sejak Minggu (23/1/2011) pagi. Bagaimana tidak menarik, pola lingkaran berdiameter sekitar 60 meter itu mirip crop circle yang biasa dihubung-hubungkan dengan unidentified flying object (UFO) dan alien. Tentu sayang untuk dilewatkan.

Saat ini, di sekeliling [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Lingkaran-lingkaran aneh" href="http://sairan.blogdetik.com/2011/01/24/lingkaran-lingkaran-aneh/" target="_self">Lingkaran-lingkaran aneh</a> yang muncul di areal persawahan daerah Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menarik perhatian warga dan menjadi tontonan banyak orang sejak Minggu (23/1/2011) pagi. Bagaimana tidak menarik, pola lingkaran berdiameter sekitar 60 meter itu mirip crop circle yang biasa dihubung-hubungkan dengan unidentified flying object (UFO) dan alien. Tentu sayang untuk dilewatkan.<br />
<span id="more-7"></span><br />
Saat ini, di sekeliling pola lingkaran tersebut dipasangi batas dari tali plastik yang diikatkan pada bambu. &#8220;Biar orang yang menonton tidak turun ke sawah. Nanti padi-padi yang masih berdiri bisa rusak karena diinjak-injak,&#8221; kata Jumadi, yang sawahnya terkena pola lingkaran.</p>
<p>Lokasi tersebut agak jauh dari perkampungan warga. Rumah terdekat adalah milik Basori (41), yang berada di sekitar 50 meter arah utara areal persawahan itu. Selain itu, ada rumah Yudi (20), yang tepat berhadapan dengan rumah Basori.</p>
<p>Untuk mencapai lokasi pola lingkaran tersebut, Anda bisa melewati Bandara Internasional Adisucipto ke arah timur. Sampai di percetakan Kedaulatan Rakyat, balik arah ke barat. Kemudian di pertigaan Kalitirto, Berbah, menuju ke selatan.</p>
<p>Sesampainya Anda di pertigaan Kalitirto, belok ke arah timur. Sekitar 6 kilometer Anda akan sampai di jalan alternatif Yogyakarta-Prambanan. Di Desa Jogotirto inilah Anda dapat dengan mudah menemukan fenomena pola lingkaran yang sering dikaitkan dengan kedatangan UFO.</p>
<p>Selain itu, untuk ke lokasi itu juga bisa ditempuh dari arah Piyungan, Bantul. Dari pertigaan SPBU Payak di Jalan Wonosari belok ke utara. Sekitar 1 kilometer dari pertigaan tersebut, Anda akan sampai di lokasi. Letaknya persis di tepi jalan alternatif Yogyakarta-Prambanan. Demikian catatan online <a title="Sairan" href="http://sairan.blogdetik.com/" target="_self">Sairan</a> tentang Lingkaran-lingkaran aneh.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sairan.blogdetik.com/2011/01/24/lingkaran-lingkaran-aneh/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pertumbuhan penduduk</title>
		<link>http://sairan.blogdetik.com/2010/12/31/pertumbuhan-penduduk/</link>
		<comments>http://sairan.blogdetik.com/2010/12/31/pertumbuhan-penduduk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 18:10:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sairan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sairan.blogdetik.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -&#62; Pertumbuhan penduduk di Sumatera Selatan (Sumsel) sangat tinggi. Setiap satu bulan, 10.000 bayi lahir atau jika dirata-ratakan, setiap hari sekitar 333 bayi lahir ke dunia.

“Pertumbuhan penduduk di Sumsel melalui kelahiran sangat tinggi.Dari catatan kita,sedikitnya 10.000 bayi lahir setiap bulannya dan yang terbanyak di Kota Palembang mencapai 3.000 orang,” ujar Kepala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://im.grandong.com/" title="IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia" target="_blank">IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia</a> -&gt; Pertumbuhan penduduk di Sumatera Selatan (Sumsel) sangat tinggi. Setiap satu bulan, 10.000 bayi lahir atau jika dirata-ratakan, setiap hari sekitar 333 bayi lahir ke dunia.<br />
<span id="more-6"></span><br />
“Pertumbuhan penduduk di Sumsel melalui kelahiran sangat tinggi.Dari catatan kita,sedikitnya 10.000 bayi lahir setiap bulannya dan yang terbanyak di Kota Palembang mencapai 3.000 orang,” ujar Kepala BKKBN Sumsel Mohammad Tri Tjahyadi di sela-sela peringatan HUT Ke-65Kodam II Sriwijaya di Kompleks MAN 3 Palembang kemarin. Jumlah tersebut bisa menyebabkan ledakan penduduk ratarata setiap tahunnya mencapai 110–120 jiwa di Sumsel.</p>
<p>Dia mengaku, pihaknya saat ini terus berusaha keras membatasi laju kelahiran di Sumsel. Bahkan, BKKBN telah memberlakukan siaga satu dan berkomitmen mengendalikan penduduk melalui upaya pencegahan maraknya masyarakat yang menikah muda. “Jika menikah muda tentunya pasangan tersebut akan cepat mendapatkan anak. Dengan begitu, upaya penanggulangan tidak hanya menggunakan alat KB yang kerap dipakai selama ini,”tukasnya.</p>
<p>Selain upaya memberikan pengertian untuk tidak melakukan nikah muda, pihaknya tetap memberikan pelayanan KB melalui berbagai program yang telah dilaksanakan selama ini,seperti suntikan, pil, kondom, spiral.Terlebih, antusiasme masyarakat untuk ber-KB telah berjalan baik. “Kita optimistis upaya mencegah ledakan penduduk melalui KB dapat berjalan baik seperti apa yang telah dilakukan keluarga besar Kodam II Sriwijaya.Mereka memegang erat komitmen untuk ber-KB.</p>
<p>Sebab,jika anak lebih dari dua, anak yang ketiga tidak bisa mendapatkan tunjangan kesehatan. Untuk itulah, mereka berpikir tidak perlu kuantitas, tetapi kualitas,” ucapnya. Sementara itu,Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton mengatakan, setiap tahun jumlah penduduk Kota Palembang terus bertambah. Dari hasil sensus 2010,jumlah penduduk mencapai 1,4 juta jiwa, dengan angka laju pertumbuhan penduduk 1,1%. “Dari data tersebut,kebutuhan tak terlayani terhadap peserta KB mencapai 47.602 akseptor atau 18,26%.</p>
<p>Di mana, sebagian besar menggunakan kondom,pil,suntikan mencapai 44.960 akseptor atau 91,69%,”tukas dia. Dengan kondisi seperti ini, pada 2020,jumlah penduduk Kota Palembang mencapai 1,8 jiwa.Menurut Romi, pihaknya telah berupaya menekan pertumbuhan penduduk di setiap kecamatan dengan menggalakkan program Keluarga Berencana (KB). Dari 16 kecamatan di Palembang, tiga kecamatan, yakni Kecamatan Ilir Barat (IB) I,Alang-alang Lebar, dan Bukit Kecil, berhasil menekan pertumbuhan penduduknya dengan baik.</p>
<p>Kasdam II Sriwijaya Harry Purdianto mengatakan, setiap tahun pihaknya melaksanakan bakti sosial TNI Manunggal KB Kesehatan untuk membantu program pemerintah di bidang kependudukan. Dia mengklaim program ini efektif menggalakkan program KB.Hingga saat ini jumlah peserta KB baru mencapai 27.624 akseptor atau 188,60% dari target 14.647 peserta. “Sementara, peserta KB aktif 73.529 akseptor atau 68,61% dari target 107.168 akseptor,” tandasnya. </p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sairan.blogdetik.com/2010/12/31/pertumbuhan-penduduk/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Persibo Kalah Dikadali Wasit</title>
		<link>http://sairan.blogdetik.com/2010/10/10/persibo-kalah-dikadali-wasit/</link>
		<comments>http://sairan.blogdetik.com/2010/10/10/persibo-kalah-dikadali-wasit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 10:49:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sairan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Persibo Kalah Dikadali Wasit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sairan.blogdetik.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Duel derbi Jawa Timur menyisakan kekecewaan bagi kubu Persibo Bojonegoro.Tampil bagus sepanjang pertandingan di Stadion Gajayana tadi malam, Persibo menyerah 1-0 di tangan Persema Malang via penalti kontroversial pada menit 94.

Padahal, waktu tambahan hanya tiga menit. Seme Patrick,selaku eksekutor, sukses menceploskan si kulit bundar. Gol ini mengubur dua kali kekalahan Persema saat melawat di Kalimantan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Duel derbi Jawa Timur menyisakan kekecewaan bagi kubu Persibo Bojonegoro.Tampil bagus sepanjang pertandingan di Stadion Gajayana tadi malam, Persibo menyerah 1-0 di tangan Persema Malang via penalti kontroversial pada menit 94.<br />
<span id="more-5"></span><br />
Padahal, waktu tambahan hanya tiga menit. Seme Patrick,selaku eksekutor, sukses menceploskan si kulit bundar. Gol ini mengubur dua kali kekalahan Persema saat melawat di Kalimantan dalam pertandingan Djarum Indonesia Super League (DISL). Pelatih Persibo,Sartono Anwar, mengatakan bahwa dia sudah merasa ada permainan di pertandingan itu. Bahkan, ofisial ditawari korps wasit untuk menyerahkan Rp10 juta jika ingin memenangkan pertandingan.“Tulis saja.Asisten manajer kami,Imam Sardjono, memang ditawari.Namun, saya tidak mau karena memang ingin fair play,”katanya dengan emosional. Dia mengaku sangat kecewa dengan kekalahan yang menyakitkan tersebut. Terlebih,penalti untuk Persema sudah melewati masa injury time atau menit 94, dengan penambahan waktu hanya tiga menit.</p>
<p>Sartono berani jika harus dipanggil PSSI soal wasit yang meminta setoran sebelum pertandingan.“ Pokoknya tulis saja agar wasit tak lagi main-main. Soal dipanggil PSSI, itu urusan saya dan manajemen,”tandasnya. Sementara itu,arsitek Persema, Timo Scheunemann,memilih bersikap rendah hati menyikapi tekanan untuk timnya setelah gol penalti. Dia mengakui Persibo sulit ditaklukkan karena mempunyai semangat tinggi selama pertandingan dan membuat timnya kalang kabut. “Pertandingan yang menarik dan kami harus mengakhiri dengan penalti.Ada penurunan permainan dibandingkan saat menghadapi Persisam lalu.Selain itu,pemain pun lemah dalam penyelesaian akhir,”papar Timo. Timo melihat tim Persibo bermain tanpa tekanan sehingga lebih mudah menguasai pertandingan.</p>
<p>Sementara Persema sebaliknya. Tuntutan menang setelah dua kali tersungkur di Kalimantan membuat pemain serbasalah dan terbebani. Persema sempat tampil kurang gereget pada menit awal babak pertama.Sebagai tuan rumah, Bima Sakti dkk memegang penuh kendali bola. Peluang sempat diperoleh Robby Gaspar maupun Irfan Bachdim. Namun, serangan tuan rumah selalu gagal menembus rapatnya benteng Persibo. Pada menit 57 Persibo mendapat peluang cantik melalui kaki Samsul Arif yang berdiri bebas menyambut umpan Dadi.</p>
<p>Sayangnya, sepakan kerasnya membentur mistar. Pelatih Persibo,Sartono Anwar, pantas menyesal pemainnya tak bisa mencetak gol dengan banyaknya peluang yang seharusnya mengubah papan skor. Bahkan, tuan rumah Persema juga tak mampu mencetak peluang hingga terjadi penalti menit 94.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sairan.blogdetik.com/2010/10/10/persibo-kalah-dikadali-wasit/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.396 seconds -->

